Minggu, 01 Agustus 2010

Ketika Allah Menyertai Mujahidin (Kisah Indah Di Medan Jihad)


“Pak, saya udah bisa keluar?” tanya Banda (22) kepada dokter yang merawatnya. “Walau saya masih pincang, saya yakin sudah kuat pak ...” tambah Banda lagi. Tubuh mujahid Maluku itu memang masih terlalu ringkih untuk bisa kembali ke medan jihad. Panah beracun pasukan merah baru saja dicabut dari tubuhnya. Tapi Banda sudah tidak sabar . Apalagi melihat teman-temannya sesama mujahidin yang berdatangan dari medan jihad. “Saya lihat-lihat keadaan. Terus ketika dokter lengah, saya lompat keluar dan kembali ke tengah pasukan,” tutur Banda.

Muhammad Banda punya banyak pengalaman menarik. Salah satunya, ia mengaku pernah menghadapi pasukan merah yang memberondong tubuhnya. “Saya ditembak pakai senjata rentetan. Udah tujuh tembakan tapi saya tidak apa-apa.” Menurut Banda, para mujahidin umumnya memang tidak mudah ditembak dan dilukai oleh musuh. Tapi bila mereka sudah emosi, lalu memaki, mengeluarkan kata-kata kotor, ia menjadi lemah. Hal ini diketahui oleh pasukan merah. Sehingga menurut Banda, “Mereka memancing kita dengan kata-kata kotor, menghina agama, nabi kita dihina, supaya kita emosi, lalu kita marah dan kita balas memaki.”

Pernah juga, ketika Banda terkepung oleh pasukan Kristen di sebuah masjid. Pasukan merah melempar bom rakitan dalam jarak dekat. Waktu itu, Banda hanya berlindung di balik drum. Ketika bom meledak, drum itu terlempar tinggi dan hancur berkeping. Tapi anehnya, tak secuilpun tubuhnya terluka serius. “Alhamdulillah tak apa-apa, cuma tanda titik-titik merah pada badan,” kenang Banda.

Bukan hanya Banda, kisah-kisah mujahidin Maluku lainnya bisa membuat bulu kuduk orang yang mendengarnya berdiri. Simak saja cerita Bakrie Ohorella (27) yang menggambarkan suasana semangat jihad yang berkobar dalam dirinya. “Dalam perang itu, bisa dikatakan, kita 30 orang sedangkan mereka sekitar 100 orang. Meski begitu, kita masih terus. Mungkin ada pertolongan dari Allah. Meski diserang, kita lebih sering menang. Di STAIN, di Kampung Jawa, Kota Jawa, Mardhika, Air Selobar.” Bakri lalu menceritakan perbandingan jumlah muslim di Air salobar yang sangat sedikit dibanding massa merah. “Orang-orang Muslim yang tinggal di Air Selobar sedikit, kalau dibandingkan dengan mereka. Tujuh belas kampung mereka, bukan sedikit. Tapi kita menang. Ya, karena Allah,” ujar Bakrie yang kini terbaring di rumah sakit.


Ia juga menceritakan bagaimana Allah sering kali menurunkan pertolongan berupa kekuatan dan keberanian pada dirinya. Tak jarang ia turun ke medan tanpa membawa sepucuk senjatapun. “Saya sedang duduk-duduk di rumah lalu mendengar Ahuru diserang, tanpa pikir panjang saya langsung berangkat. Allah panggil saya untuk jihad,” tandasnya.

Bakrie menambahkan, “Pasukan Kristen itu rata-rata takut pada saat kita takbir. Kita takbir langsung maju ke depan. Kalau kita sudah takbir, mereka takut. Gemetar. Kalau lihat TNI mereka (malah) berani.” Subhanallah. Begitulah Allah menanamkan keberanian dalam dada para mujahidin-Nya.

Sebelum berangkat jihad, biasanya pasukan jihad melakukan sejumlah ritual ibadah untuk membersihkan diri. Seperti diungkapkan Bakrie, sebelum berperang pasukan jihad minta izin pada orang tua kemudian berwudhu dan membaca do’a. “Mau melangkah ke muka pintu saya langsung bilang dalam hati “ya Allah lindungi saya, saya mau ikut perang untuk membela agama-Mu ya Allah. Tolong lindungi saya. Sesudah itu saya bersyahadat sepanjang perjalanan, sampai di medan pertempuran.”

Bakrie mengenang bagaimana ia menguburkan mayat saudara-saudaranya yang gugur di medan jihad. “Mayat orang Islam, dia kayaknya bercahaya, walapun dia sudah wafat, tapi baunya harum. Saya angkat, kubur kawan saya, masuk lubang kubur, mukanya senyum, baunya kayak bau minyak Mekkah,” tutur Bakrie sambil matanya berkaca-kaca.

Hingga kini, Bakrie sangat merindukan kembali ke medan jihad. “Kita mau pergi perang lagi, tapi orang sana bilang, jangan, kamu jangan maju, udah nggak bisa. Tapi saya nggak tahan. Kayaknya mau aja di medan pertempuran. Saya rindu ingin bertempur, seakan-akan perang itu istri saya,” tutur Bakrie. Ia menggambarkan, “Di medan perang itu indah, indah. Saya rasa di medan perang seakan-akan bertemu malaikat. Waktu saya pulang perang biasa aja, tapi di medan perang kok saya bisa begini, kayak saya lihat malaikat turun.”

Semangat jihad sudah mendarah daging dalam diri Bakrie. Ia juga mengatakan, “Rumah saya boleh terbakar, apalah artinya sebuah rumah. Ambon boleh tenggelam, tapi Islam tidak boleh tenggelam.”
Apa yang disampaikan Banda dan Bakrie juga ditegaskan oleh dr. Andhika Rachman, salah seorang relawan tim medis MER-C yang bertugas di Maluku Utara. Selama bertugas, dr. Andhika banyak menyaksikan kejadian aneh yang sulit dinalar dengan akal manusia. Ia benar-benar menyaksikan bagaimana tingginya semangat jihad di kalangan masyarakat muslim Maluku. Pernah, ketika ia mengobati seorang pasien yang terluka akibat panah di tubuhnya. Belum selesai diobati, sang pasien sudah memaksa untuk turun lagi ke medan jihad. “Ayo dok, tolong sembuhkan saya segera. Biar saya balik lagi ke sana...” ujar sang pasien.

Lebih hebat lagi, kisah Andhika, ada seorang anak perempuan berusia 11 tahun. Dia sampai mengancam orang tuanya, ketika tidak mengizinkan dia untuk berjihad. “Dia ngomong, kalau Bapak Ibu tidak mengizinkan saya berjihad saya akan bunuh diri. Sekarang dia menjadi salah satu pemimpin pasukan jihad, kalau tidak salah, pasukan Jailolo,” ujar Andhika.
Rizal M. Nur (30), wartawan Ternate Post bertutur bagaimana datangnya pertolongan Allah kepada kaum muslimin Maluku. “Pernah ada seorang Kristen yang bilang pada saya. Katanya orang Islam itu dapat pertolongan. Karena ketika orang-orang Islam, pasukan putih, lemparkan batu, batu-batu itu panas. Itu mereka kapok. Meskipun mereka didukung bom-bom molotov. Tapi karena orang Islam hanya dengan batu, tapi sangat ampuh.”

Yang diceritakan Rizal, mengingatkan sebuah peristiwa yang dialami Rosulullah dalam perang Hunain. Ath Thabrani meriwayatkan, bagaimana Rosulullah menaburkan debu ke muka orang-orang musyrik. Sementara dalam pandangan orang musyrik saat itu, yang dilempar Rosulullah bukan segenggam tanah atau debu, melainkan batu-batu dan pepohonan yang berlari memburu.
Kisah-kisah serupa itu memang bukan hal baru dalam dunia jihad. Tahun-tahun Jihad Afghanistan mengusir beruang merah komunis Uni Soviet juga banyak mencatat peristiwa luar biasa yang dialami para mujahidin. Dr. Abdullah Azzam, salah seorang panglima mujahidin Afghan yang terkenal, menulis sebuah buku khusus tentang hal tersebut, berjudul “Ayatur Rahman fi Jihadil Afghan” (Tanda-tanda Kekuasaan Allah dalam Jihad Afghanistan). Dalam buku itu, beliau mengulas ragam karomah dan keajaiban yang dialami mujahidin Afghan.

Seorang mujahidin bernama Abdulmannan menceritakan pengalaman yang dialami salah seorang rekannya. “Dalam sebuah pertempuran di batas desa, seorang mujahid bernama Amirjan gugur. Musuh berhasil menghalau kami dan memasuki desa. Kemudian putra Amirjan yang masih berumur tiga tahun keluar rumahnya dengan membawa korek api lalu menghadap tank musuh yang sedang berjalan. Komandan pasukan musuh bertanya apa maksud anak kecil itu menghadap tanknya. “Si kecil ini hendak membakar tank kita dengan korek apinya,” kata sang prajurit.

Keberanian lain yang dikaruniakan Allah pada para mujahidin Afghan juga terwujud ketika pasukan komunis dengan persenjataan lengkap dan tank-tanknya mengepung sebuah masjid yang dijadikan tempat berlindung para mujahidin. Kemudian datanglah seorang wanita ke depan masjid dan berdoa, “Ya Allah, apabila Engkau akan memberikan kekalahan pada para mujahidin yang ada di dalam sana. Maka jadikanlah aku sebagai tumbal untuk menyelamatkan mereka.” Benar saja, wanita itu tewas diberondong peluru tentara musuh dan para mujahidin bisa menyelamatkan diri.

Maulawi, salah seorang komandan mujahidin, menuturkan peristiwa luar biasa yang dialaminya. Di daerah Syathura, mujahidin yang hanya berkekuatan 25 orang digempur oleh musuh yang berkekuatan ribuan orang. Pertempuran sengit terjadi selama empat jam, dengan kemenangan di pihak mujahidin. Musuh yang tewas sebanyak 80 orang dan 26 tertawan. Maulawi bertanya kepada salah seorang tawanan, “Kenapa kalian cepat sekali menyerah?” Sang tawanan itu berkata, “Pasukan tuan dengan senapan mesin buatan Amerika menghujani kami dengan bom dari empat penjuru mata angin, bagaimana kami bisa menang dalam pertempuran.” Maulawi mendengarkan jawaban itu dengan penuh heran. Sebab, pasukannya hanya memakai senapan sederhana, bukan meriam, apalagi senapan mesin buatan Amerika. Dan ia hanya menyerang dari satu arah, bukan empat arah.

Jauh-jauh hari sebelum tragedi Afghan terjadi, Allah telah berjanji dalam Al Qur’an, bahwa malaikat akan datang membantu kaum muslimin. “Ingatlah (Muhammad) tatkala Tuhanmu mewahyukan kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama dengan kalian, karenanya, tabahkanlah (hati/semangat) orang-orang yang beriman. Aku akan letakkan di hati orang-orang yang kafir itu rasa takut (ngeri), pancunglah leher-leher mereka dan pukul persendiannya (tangan dan kaki) mereka.” (QS. Al-Anfal: 12)
Benarlah apa yang dijanjikan Allah SWT, bahwa tak ada yang bisa menundukkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berjihad. “Jika kalian sabar dan taqwa, walaupun mereka (pasukan musuh) datang pada kalian secara tiba-tiba sekarang juga, Tuhan kalian akan mengirim bala bantuan kepada kalian dengan lima ribu (pasukan) malaikat penyerbu.” (QS. Ali Imran: 125)

Al-Qurthubi menafsirkan Ali Imran ayat 125 tersebut, “Bahwa tiap pasukan muslimin yang sabar dan pasrah pada Allah SWT akan mendapat bantuan pasukan malaikat, yang akan berjihad bersama mereka. Karena Allah SWT telah menetapkan malaikat sebagai pasukan mujahidin sampai hari kiamat.” Al-Hasan berkata, “Lima ribu pasukan malaikat itu bagian tak terpisahkan dari pasukan mujahidin sampai hari kiamat.” (Al-Qurthubi, IV/194)

Boleh jadi, apa yang terjadi di Maluku saat ini merupakan bukti kebenaran ayat Allah tersebut. Setelah dengan biadab pasukan merah membantai dan membumihanguskan kaum muslimin berikut perkampungannya di Halmahera, sejumlah saksi mata bercerita tentang keajaiban. Misalnya, mereka melihat dua orang wanita berwajah bersih berjilbab rapi memimpin sepasukan untuk balas menyerang. Mereka mengobarkan semangat kaum muslimin untuk berjuang.

Ketika pertempuran usai, semua orang tidak menemukan dua orang wanita dan pasukannya yang tadi terlihat memimpin serangan kaum muslimin. Inikah pasukan malaikat yang Allah janjikan? Yang jelas, pertolongan Allah memang kerap datang dari arah yang tak terduga. Rosulullah bersabda, “Jika seorang muslim dalam keadaan terdesak, itulah tanda pertolongan Allah akan segera tiba.”

Memang, belasan abad silam, para mujahidin yang berjuang bersama Rosulullah sudah mengalami hal serupa. Menjelang perang Badar, Ibnu Mas’ud pernah berselisih soal jumlah pasukan kafir dengan salah seorang sahabat. Menurut Ibnu Mas’ud, jumlah mereka sekitar tujuh puluh orang, sedangkan menurut sahabatnya, sekitar seratus orang pasukan. Namun ketika jumlah pasukan itu ditanyakan pada salah seorang tawanan, ia menjawab, “Jumlah kami seribu orang.” Itulah satu bentuk pertolongan yang Allah beri pada para mujahidin. Jumlah musuh yang tampak sedikit, merupakan cara Allah untuk membangkitkan semangat jihad dan keberanian pasukan Islam.

sumber : ini

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS.2:186)
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. (QS. 23:111)
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (QS. 22:39-40)



Amiin ......... Allaahuakbar!!!!!!!!!!!

Rabu, 28 Juli 2010

“Dan MALAIKAT pun Turun di Afganistan “ (Kisah2 Ajaib dan Nyata)…



Berikut ini ana Kutipkan Beberapa Kisah-Kisah Ajaib tentang Pertolongan ALLOH di Bumi Suci Afganistan, yang diambil dari buku “Ayyaturahman fi jihadil afgan” karangan As Syahid Syeikh.Dr Abdullah Azzam rohimahulloh.
Yang mana Kisah-kisah ini dituturkan langsung dari medan pertempuran dan ditulis oleh beliau dengan memperhatikan secara serius jalur periwayatan yang benar dari orang-orang terpercaya yang mengalami langsung kejadian-kejadian ajaib ini (Karomah)....
Sebagaimana yang kita ketahui beliau (As syahid Dr.Abdullah Azzam) tidak menulis isi buku ini melainkan setelah beliau merasa mantap akan kebanrannya.
Bahkan syeikh Abdul Aziz bin Baaz berkata dalam Kata Pengantar buku ini :
“Ini adalah kabar gembira,sebaik-baik kabar gembira yang memberikan berita kemenangan kepada mereka (|Mujahidin), insya Allah!”

Lalu juga Perkataan Dr.Umar Al-asyqar beliau berkata : “Yang Terpenting dari semunya adalah jalur periwayatan yang benar.Apabila riwayat kisah tersebut terdiri dari orang-orang yang jujur ,maka kita wajib menyebarluaskannya, baik Manusia Percaya atau tidak”..

Dilihat dari sisi logika manapun akan merasa heran dan tak percaya bagaimana Para mujahidin yang minim persenjataan ,minim personel dan tak memiliki jet tempur seperti musuh, dapat mengusir penjajah kuffar sebesar Uni Soviet yang ketika itu menjadi salah satu “Super Power Dunia”,dalam perang yang berlangsung secara 10 tahun.
Hanya dengan keberanian para mujahidin serta pertolongan ALLOH lah yang dapat menyebabkan Musuh lari tunggang langgang dengan wajah kehinaan.
Kita berdoa semoga NATO serta Amerika yang sekarang menyerang afganistan, akan mengalami nasib serupa dengan Uni Soviet, Amienn.....

Berikut beberapa kisah ajaib itu :

A.Tembakan dan Serangan “Muncul” DARI BERBAGAI ARAH...

Arsalan menceritakan padaku (maksudnya pada Syeikh Dr.Azzam,penulis buku ini), dia berkata :

“Kami pernah berada di daerah syahturi. Jumlah Kami saat itu 25 Mujahid.Kami diserbu oleh 2000 pasukan Komunis.Setelah kami bertempur selama 4 jam,tentara komunis kalah.70-80 tentara komunis tewas dan 26 tentara tertawan , “Kenapa kalian cepat sekali kalah?”
Mereka menjawab : “Peluru dan senjata mesin Amerika menyerbu kami dari empat arah.”.Arsalan berkata ,”Kami(Mujahidin) tidak mempunyai peluru itu dan tidak pula memiliki senjata mesin. Kami hanya menggunakan garnat lempar dan menyerbu dari satu arah”.

B.Burung Bersama Mujahidin

1. Jalaludin Haqqani -salah satu mujahid terkenal di afganistan- menceritakan padaku :
“Kami bisa mengenali tanda-tanda pesawat-pesawat tempur musuh yang akan menyerang
Kami.
Caranya dengan melihat burung-burung yang terbang di atas kamp kami.Ketika kami melihatnya berputar-putar di atas kamp,Kami mulai mempersiapkan senjata untuk membalas serangan peswat musuh”

2. Al-Hajj Muhammad Jul –Salah satu Mujahid di konar- Menceritakan padaku ,”Saya melihat burung-burung terbang bersama pesawat tempur lebih dari sepuluh kali.Burung-burung itu terbang lebih cepat daripada peswat. Padahal keceptan pesawat tempur yang kita ketahui adalah tiga kali lebih cepat dari kecepatan suara”

C. ULAR tidak mematuk Mujahidin

Umar Hanif bercerita tentang kisahnya :
“Sering sekali ular datang dan tidur bersama mujahidin di kamp mereka sejak empat tahun yang silam.Ular itu tidak mematuk mujahidin”

D.Kalajengking bersama mujahidin

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia. Dan tiada lain ia kecuali peringatan bagi manusia.”
QS Al-Mudatsir (74):31.

Abdushshamad dan mabubullah menceritakan kepadaku :
“Orang-Orang Komunis mendirikan perkemahan di dataran Qunduz.Tiba-tiba mereka diserbu oleh sekelompok kalajengking.Akibatnya 6 tentara mereka disengat dan tewas,sedang yang lainnya melarikan diri.”

E.Doa Mujahidin Dikabulkan

Maulawi Arsalan –Salah satu mujahid yang terkenal di afganistan ,dia adalah mujahid yang ditakuti oleh tentara Rusia, sampai-sampai mereka mengatakan dia adalah orang yang memakai daging manusia -
Sang Mujahid berkata :
“ Suatu Ketika kami hanya memiliki satu granat dan satu senjata anti-tank.Kemudian kami melaksanakan Sholat dan berdoa kepada Allah S.W.T agar Dia menghantamkan granat ini kepada musuh.Saat itu kami berhadapan dengan 200 tank dan kendaraan berat lainnya.Kami melemparkan granat itu dan tepat mengenai sebuah mobil yang mengangkut bahan peledak.Sehingga mobil itu meledak dan menghancurkan 86 tank, beserta mobil panser yang lainnya.Akhirnya musuhpun kalah dan kami mendapat harta ghonimah yang sangat banyak”.Dan saya (syeikh Dr.Azzam) telah bertemu dengan pemuda yang melemparkan garanat itu di Batur.

ALLOH S.W.T berfirman :

“Bukan kamu yang membunuh mereka tetapi Allah yang membunuh mereka. Dan bukan kamu yang melempar tatkala kamu melempar, tetapi Allah yang melempar. ”
( Surah al-Anfaal : Ayat 17 )

F. Bom tidak meledak

Jalaludin Haqqani menecritakan padaku ,dia berkata :

“Kami bersama 30 Mujahid menghadapi serbuan bom-bom dari pesawat tempur musuh. Semua bom-bom itu meledak.Namun tatkala ada satu bom yang beratnya kurang lebih 54 Kg meluncur ke hadapan kami, Bom itu tak meledak.Seandainya meledak pasti kami semua terbunuh”

G. Pasukan Berjumlah Kecil Mengalahkan Ribuan tentara Musuh

Haqqani mengkishkan padaku :

“Kami berjumlah 59 mujahid ,diserbu oleh kekuatan yang terdiri dari 220 Tank, Mobil Panser , Peswat Tempur dan didukung oleh 1500 tentara – Jumlkah ini dietahui dari pengakuan musuh yang ditawan –
Akhirnya, dari pertempuran dahsyat itu diperoleh harta ghonimah , 54 tank hancur, 150 tentara komunis tewas, dan 100 orang lainnya luka-luka.Kami mendapatkan harta rampasan senjata anti pesawat,beberapa senjata mesin Jerinov,7 pucuk senjata Klashinkov , satu buah senjata roket 66 mm,280 peluru roket dan 36.000 butir peluru”

H. Jasad Syuhada Yang Tersenyum dan Mengeluarkan Wangi kasturi

1. Maulawi Abdul Karim menceritakan kepadaku ,dia berkata :

“ Saya Melihat sekitar 1200 orang mati syahid.Saya tidak melihat satu pun dari tubuh mereka yang berubah.
Dan saya tak melihat seorang pun dari tubuh mereka yang dimakan oleh gerombolan anjing, pada saat anjing-anjing itu memakan mayat orang-orang komunis”

2. Bau Wangi dari minyak wanggi sebagus apapun mungkin hanya bertahan sampai satu pekan, namun bau wanggi orang syahid masih terasa wanggi lebih dari tiga bulan .
Nashrullah Manshur menceritakan padaku, dia berkata :
“ Saudaraku mati syahid,Setelah tiga bulan ibuku bermimpi bahwa dia berkata,seluruh lukaku sembuh,kecuali luka di kepala.Maka ibuku ingin membuktikannya.Diapun menggali kuburnya –Yang berada dekat dengan kuburan lain –
Setelah lubang kubur itu tampak, dan demikian pula kuburan yang ada disampingnya, Kami melihat ada seekor ular di atas mayat.Lantas ibuku berkata :
“Jangan kamu gali lagi !”. Saya berkata : “Sesungguhnya saudaraku ini mati sayhid,tidak mungkin kita mendapati ada ular.”.
Setelah kami dapat menggalinya,tiba-tiba mayat itu mengeluarkan bau wangi hingga menusuk hidung.Dan hampir saja kami tidak sadarkan diri karena bau wanggi yang amat sangat wangi.Kami mendapatkan luka di bagian kepalanya mengeluarkan darah, lalu ibuku menyentuhnya.Dan karena hal itu,jarinya menjadi wanggi dan selalu wangi hingga tiga bulan kemudian. Sampai sekarang,jarinyapun masih bau wanggi seperti minyak kasturi”

Demikian lah sebagian kisah yang ada di buku “Ayyaturahman fi jihadil afgan”,
Semoga kita yang membaca mendapati kematian seperti para syuhada atau minimal khusnul khotimah dalam meperjuangkan agama ini…
ALLOH HU AKBAR !!!